Nasional

Ketua Dewan Redaksi Inilahcianjur.com Raih Gelar Doktor Ilmu Kepolisian

157
×

Ketua Dewan Redaksi Inilahcianjur.com Raih Gelar Doktor Ilmu Kepolisian

Sebarkan artikel ini
Dr Syaefurrahman bersama Ketua STIK - PTIK dan seluruh Promotor dan Tim Penguji (ist)

JAKARTA | INILAHCIANJUR.COM – Ketua Dewan Redaksi Inilahcianjur.com, Syaefurrahman Albanjary, meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian setelah sukses mempertahankan disertasi dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian–Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Syaefurrahman yang juga menjabat Pemimpin Redaksi www.cakrawala.co mengangkat disertasi berjudul “Komunikasi Krisis dalam Kasus Ferdy Sambo”. Tim penguji menetapkan Syaefurrahman lulus dengan predikat cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.

Syaefurrahman berfoto dengan Ketua STIK- PTIK (ist)

Ketua STIK-PTIK Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto memimpin sidang promosi doktor tersebut. Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana bertindak sebagai promotor, sedangkan Prof. Dr. Ibnu Hamad dan Dr. Puspitasari mendampingi sebagai ko-promotor.

Tim penguji melibatkan Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, Prof. Dr. Wahyurudhanto, Dr. Novi Indah Earlyanti, Kombes Pol. Dr. Tagor Hutapea, dr. Sidratahta Mukhtar, dan Dr. Ely Alawiyah Jufri. Brigjen Pol. Dr. Kif Aminanto menjalankan tugas sebagai sekretaris sidang.

Syaefurrahman mendapat ucapan selamat dari teman- teman alumni tv swasta Antv (ist)

Dalam penelitiannya, Syaefurrahman mengulas strategi komunikasi krisis Polri saat menghadapi krisis kepercayaan publik usai mencuatnya kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Baca juga : Aula Bhayangkara Polres Cianjur Disulap Jadi Asrama Haji, 73 Jemaah Siap Berangkat dari Mako Polres

Penelitian tersebut melahirkan konsep Model Komunikasi Krisis Dialektis, sebuah pendekatan komunikasi krisis yang menempatkan pengelolaan pertentangan kepentingan sebagai inti strategi komunikasi institusi penegak hukum. Model itu menitikberatkan keseimbangan antara keterbukaan informasi dan kerahasiaan penyidikan, tuntutan akuntabilitas publik dan kepentingan organisasi, hingga perlindungan citra institusi dan transparansi penegakan hukum.

Menurut Syaefurrahman, institusi penegak hukum menghadapi karakter krisis yang berbeda dengan korporasi atau organisasi bisnis. Ia menilai setiap pernyataan kepada publik dalam kasus hukum tidak hanya memengaruhi reputasi lembaga, tetapi juga dapat memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Syaefurrahman saat mempertahankan disertasinya di depan para penguji. (Is)

“Karena itu, komunikasi krisis harus mampu menyeimbangkan berbagai kepentingan yang sering kali saling bertentangan,” ujar Syaefurrahman.

Ia berharap model tersebut dapat menjadi rujukan bagi Polri maupun institusi penegak hukum lain dalam menyusun protokol komunikasi krisis pada perkara besar yang menyedot perhatian publik.

Baca Juga : Polisi, Doktor, dan Sahabat Jalan Raya, Potret Aiptu Dede Menjelang Purna Tugas

Dari sisi akademik, penelitian itu memperluas kajian Ilmu Kepolisian ke ranah komunikasi institusional. Kajian tersebut memperlihatkan pentingnya kemampuan mengelola komunikasi publik dalam menjaga legitimasi, kepercayaan masyarakat, dan efektivitas pemolisian di era digital.

Baca Juga : Disertasi Kritis Soal Papua Antar Giovanni Christy Raih Doktor Cumlaude di STIK-PTIK

Usai sidang, Syaefurrahman mengungkapkan rasa syukur atas capaian akademiknya. Ia menyebut dukungan keluarga, dosen pembimbing, rekan sejawat, serta berbagai pihak turut mengantar keberhasilannya menuntaskan pendidikan doktoral.

“Alhamdulillah, seluruh proses pendidikan doktor dapat diselesaikan dengan baik. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi kepolisian, dan tata kelola komunikasi publik di Indonesia,” katanya.

Gelar doktor tersebut menandai capaian akademik baru bagi Ketua Dewan Redaksi www. inilahcianjur.com setelah menuntaskan penelitian mengenai komunikasi krisis pada salah satu kasus paling menyita perhatian publik dalam sejarah Polri modern.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!