JAKARTA | INILAHCIANJUR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam menjaga prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan transparansi dalam pelaksanaan program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut disampaikan langsung Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, saat menemui massa aksi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Kantor BGN, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Sony menerima sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan peserta aksi terkait pelaksanaan program dan dugaan penyimpangan pengadaan barang di lingkungan BGN.
Baca Juga : BGN Tegaskan Semua SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
“Kami menerima aspirasi ini dengan terbuka. Apa yang menjadi masukan dan perhatian masyarakat tentu akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Sony Sonjaya di hadapan massa aksi.
Sony menegaskan, BGN tidak anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik dari masyarakat menjadi bagian penting untuk memperkuat tata kelola lembaga agar berjalan lebih baik dan sesuai aturan.
“Kami tidak alergi terhadap kritik. Justru ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan,” katanya.
Baca Juga : Waspada, Modus Halus Berkedok Pejabat BGN, Ancaman Nyata bagi SPPG
Ia memastikan seluruh aspirasi dan laporan yang disampaikan massa aksi akan diteruskan kepada unit terkait, termasuk Inspektorat Utama BGN, guna dilakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
BGN juga menegaskan seluruh proses pengelolaan anggaran dan pengadaan barang maupun jasa dilaksanakan berdasarkan prinsip good governance dengan pengawasan internal yang berlapis.
Sebagai lembaga yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, BGN menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas dan memastikan program berjalan sesuai regulasi serta memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Baca Juga : Puluhan Siswa SD Jatuh Sakit Usai Makan MBG
Selain itu, BGN mengapresiasi aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan kondusif. Lembaga tersebut menilai dialog langsung menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi sehat antara institusi publik dan masyarakat.
BGN juga memastikan setiap informasi maupun laporan yang berkembang akan diproses melalui mekanisme pengawasan internal dan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila diperlukan.***
Sumber : Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional







