KriminalTrending

Viral Tanpa Busana, Sekdes ‘Salah Sinyal’ Bikin Warga Garuk Kepala

62
×

Viral Tanpa Busana, Sekdes ‘Salah Sinyal’ Bikin Warga Garuk Kepala

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dibuat oleh AI | inilahcianjur.com

INILAHCIANJUR.COM – Di zaman ketika kuota internet lebih setia daripada janji mantan, satu hal justru makin langka, kontrol diri. Itulah yang kini jadi bahan obrolan warung kopi hingga grup WhatsApp emak-emak, gara-gara ulah seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) berinisial E di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Bukan karena program inovatif atau pembangunan jalan mulus tanpa lubang, nama E justru melambung lewat video yang bikin publik mengernyitkan dahi. Video call yang diduga dilakukan tanpa busana itu menyebar lebih cepat dari gosip tetangga sebelah.

Ironisnya, di saat sinyal 4G bahkan 5G makin kencang, rem moral justru seperti masuk mode pesawat.

Dari hasil penelusuran, video tersebut pertama kali beredar dari seorang pria yang terlibat dalam percakapan. Motifnya masih misteri, antara iseng, sakit hati, atau sekadar ingin “viral by accident”. Namun satu hal pasti, efeknya nyata, nama baik lembaga ikut terseret, seperti sandal jepit yang nyangkut di lumpur.

Baca Juga

https://inilahcianjur.com/nanang-bertahan-di-rumah-nyaris-roboh-berharap-bantuan-segera-datang/

Kepala Desa tempat E bekerja tak menampik kabar tersebut. Ia mengaku terpukul, bukan cuma secara institusi, tapi juga secara perasaan, mungkin sambil berpikir, “Kenapa bukan prestasi yang viral?”

“Betul, setelah ditelusuri memang benar adanya. Ini menjadi pukulan bagi kami,” ujarnya.

Dan memang, jabatan publik itu ibarat kaca bening, sekali retak, semua orang bisa lihat. Apalagi kalau retaknya viral.

Warga pun mulai angkat suara. Bukan teriak-teriak, tapi lebih ke nada heran bercampur nyinyir tipis-tipis.

“Kalau pejabatnya saja lengah, bagaimana mau jadi contoh?” ujar seorang warga yang memilih namanya dirahasiakan, mungkin takut nanti ikut viral juga.

Kasus ini jadi pengingat, bahwa di era digital, privasi itu seperti status online sekali muncul, bisa dilihat siapa saja. Dan sekali tersebar, sulit ditarik kembali. Lebih susah dari menarik chat yang sudah dibaca tapi tidak dibalas.

Di sisi lain, persoalan ini tak berhenti di etika. Ada bayang-bayang hukum yang ikut mengintai, terutama terkait penyebaran konten pribadi tanpa izin.
Jadi, ceritanya bisa melebar, dari sekadar “salah sinyal” jadi urusan serius.

Hingga kini, belum ada sanksi resmi terhadap E. Publik pun menunggu, apakah kasus ini akan ditangani dengan tegas dan transparan… atau malah menghilang pelan-pelan, seperti pesan yang dihapus dengan harapan “semoga nggak kebaca”.

Sementara itu, satu pelajaran penting mengendap di benak warga,
di dunia yang serba terkoneksi ini, bukan cuma jaringan yang harus kuat tapi akal sehat juga jangan sampai buffering.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!