BeritaCianjurNusantara

Pesantren At-Taubah Jadi Wadah Pembinaan Keagamaan WBP Lapas Cianjur

27
×

Pesantren At-Taubah Jadi Wadah Pembinaan Keagamaan WBP Lapas Cianjur

Sebarkan artikel ini
Pesantren At-Taubah dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan. (Istimewa)

INILAHCIANJUR.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus mengembangkan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai ruang untuk belajar, memperbaiki diri, sekaligus mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu program tersebut berlangsung melalui Pesantren At-Taubah Lapas Cianjur. Pesantren ini menjadi wadah pembinaan keagamaan bagi WBP dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur dalam penguatan pembinaan kepribadian.

Pesantren At-Taubah tidak hanya menggelar pengajian, tetapi juga menerapkan tahapan pembelajaran sesuai kemampuan dan kebutuhan WBP. Program tersebut meliputi baca tulis Iqra dan Al-Qur’an, pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan qari, hingga Tahfidz Al-Qur’an.

Melalui tahapan pembelajaran tersebut, WBP mendapat kesempatan memulai proses dari kemampuan dasar, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, mengembangkan potensi dalam bidang qiraah, hingga menghafal Al-Qur’an melalui program Tahfidz.

BACA JUGA  Wabup Abi Ramzi Ajak Jajaran Pemkab Prioritaskan Pelayanan Kesehatan

Pembinaan juga mencakup penyampaian nasihat serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Materi pembinaan diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta perubahan sikap dan perilaku WBP.

Dengan pola tersebut, pembelajaran di Pesantren At-Taubah tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mendorong WBP menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kalapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, A.Md., IP., S.H., M.H., mengatakan keberadaan Pesantren At-Taubah menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan kepribadian WBP.

“Pesantren At-Taubah kami dorong menjadi ruang pembelajaran dan perubahan bagi warga binaan. Mereka tidak hanya diberikan kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengembangkan kemampuan melalui qari dan Tahfidz, serta mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan,” ujar Prayogo. Selasa, 29 September 2026.

BACA JUGA  Lukisan Warga Binaan Jadi Kado Unik untuk Bupati dan Wakil Cianjur pada HUT RI

Menurutnya, keterlibatan MUI Kabupaten Cianjur menjadi bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas pembinaan keagamaan di Lapas Cianjur.

“Kami berterima kasih atas sinergi dan dukungan MUI Kabupaten Cianjur. Harapannya, pembinaan melalui Pesantren At-Taubah dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta memiliki kesiapan ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat,” katanya.

Keberadaan Pesantren At-Taubah menjadi bagian dari upaya Lapas Cianjur membangun pembinaan yang berkelanjutan. Setiap proses pembelajaran diarahkan untuk memberikan manfaat bagi WBP sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk membangun kembali kepercayaan diri, memperkuat nilai-nilai kehidupan, dan mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan masa pidana.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!