Featured

Di Tengah Banjir Jamali, Tangan-Tangan Peduli Hadir Menguatkan Hati Warga

236
×

Di Tengah Banjir Jamali, Tangan-Tangan Peduli Hadir Menguatkan Hati Warga

Sebarkan artikel ini
Kapolres Melihat langsung lokasi Bencana ( inilahcianjur.com)

Inilahcianjur.com – Sore itu, air datang tanpa banyak tanda. Sungai Cibolang meluap, menyusup ke rumah-rumah warga di Kampung Jamali, Desa Jamali, Kecamatan Mande.

Dalam hitungan waktu, lantai yang biasanya hangat berubah menjadi genangan dingin. Sebagian warga hanya sempat menyelamatkan diri, meninggalkan barang-barang yang tak sempat terjangkau.

Di tengah kepanikan itu, satu per satu harapan datang. Jajaran Polres Cianjur hadir, menembus gelap malam dengan langkah cepat dan wajah penuh kesungguhan. Mereka tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga rasa tenang bagi warga yang masih diliputi cemas.

Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi ikut turun langsung ke lokasi. Di sela genangan air dan lumpur, ia menyapa warga, memastikan kondisi mereka, dan melihat langsung kebutuhan di lapangan. Bagi warga, kehadiran itu terasa lebih dari sekadar tugas tapui ada empati yang nyata.

Sekitar 30 rumah dengan 35 kepala keluarga terdampak. Di balik angka itu, ada cerita seorang ibu yang memeluk anaknya erat karena kedinginan, ada lansia yang duduk diam menatap rumahnya yang terendam, dan ada anak-anak yang mencoba tetap tersenyum meski situasi berubah drastis.

Seorang anggota Membawa logistik dengan sigap ( inilahcianjur.com)

Petugas datang membawa logistik makanan instan, air minum, dan beras, namun yang lebih terasa adalah kehadiran mereka yang sigap membantu. Mereka mengangkat barang milik warga, membersihkan sisa lumpur, hingga memastikan dapur umum yang didirikan pemerintah desa bisa terus mengepul untuk mengisi perut yang lapar.

Di lokasi itu, tidak ada sekat. Aparat, relawan, dan warga saling bahu-membahu. Tangan-tangan yang berbeda latar belakang menyatu dalam satu tujuan yaitu membantu sesama.

Suasana yang semula penuh kekhawatiran perlahan berubah menjadi kebersamaan. “Kami fokus pada evakuasi, pembersihan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga,” ujar Kapolres dilokasi. Jumat, 1/5/26

Ucapan itu sederhana, tetapi terasa nyata di lapangan. Setiap langkah kecil yang dilakukan memberi arti besar bagi warga yang sedang berusaha bangkit.

Malam itu, Kampung Jamali tidak hanya dipenuhi air, tetapi juga cerita tentang kepedulian. Tentang bagaimana di tengah bencana, selalu ada orang-orang yang datang tanpa diminta, membawa bantuan, dan mengingatkan kita bahwa tak ada yang benar-benar dalam kesendirian.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!