CIANJUR, INILAHCIANJUR.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus mengoptimalkan pemanfaatan aset lahan di wilayah Campaka sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk pembinaan warga binaan.
Pengelolaan lahan seluas 5.200 meter persegi tersebut merupakan perluasan dari aset produktif yang sebelumnya telah dimanfaatkan Lapas Cianjur.
Saat ini, lahan tersebut difokuskan untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Tercatat sekitar 5.000 tanaman cabai merah telah ditanam, serta 40 ekor domba yang dipelihara secara intensif oleh warga binaan dalam program asimilasi kerja luar.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, mengatakan pengembangan lahan Campaka tidak hanya berorientasi pada hasil produktivitas semata, melainkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan.
“Lahan Campaka ini sebelumnya sudah dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Saat ini kami terus melakukan pengembangan dan perluasan pemanfaatannya agar tidak hanya menjadi sarana pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Prayogo.

Menurutnya, melalui kegiatan menanam, merawat tanaman, memelihara ternak hingga mengelola hasil panen, warga binaan dibekali keterampilan kerja, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemandirian.
Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal utama bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Selain mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan, keberadaan SAE Lapas Cianjur di Campaka juga membuka ruang interaksi positif dengan warga sekitar, melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para petani setempat.
Dengan optimalisasi aset ini, Lapas Kelas IIB Cianjur berharap program pembinaan dapat memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat kemandirian warga binaan sekaligus menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. ***




