BeritaCianjurFeaturedOlahraga

Reidha Putra Alawi, Bocah SD yang Berani Menjajal Kerasnya Matras Tarung Derajat

261
×

Reidha Putra Alawi, Bocah SD yang Berani Menjajal Kerasnya Matras Tarung Derajat

Sebarkan artikel ini
Reidha Bersama Sang Guru Satlat KONI Cianjur yang akrab disapa Kang Yahya. (Ist)

CIANJUR | INILAHCIANJUR.COM – Tubuhnya masih kecil. Usianya pun masih belia. Namun, ketika berada di atas matras, Reidha Putra Alawi menunjukkan keberanian yang tidak kalah dari atlet yang lebih dewasa.

Gedung DPRD Kabupaten Cianjur menjadi saksi keberanian bocah kelas V SDN Ibu Dewi tersebut. Reidha turun dalam pertandingan Gelar Matras Tarung Derajat Ketua DPRD Kabupaten Cianjur di kelas UDIN (Usia Dini). Minggu (27 September 2026).

Di hadapannya berdiri Azkia Queena Sholeh dari Satlat Warungkondang.

Begitu pertandingan dimulai, Reidha tidak memilih untuk menunggu. Ia langsung bergerak, membaca peluang dan melancarkan kombinasi tendangan serta pukulan.

Setiap gerakan menjadi hasil dari latihan yang selama ini dijalaninya bersama Satlat KONI Cianjur.

Keringat, rasa gugup dan tekanan pertandingan seolah tidak membuatnya mundur. Reidha justru semakin percaya diri hingga mampu mengumpulkan poin dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

BACA JUGA  Usai Olahraga dan Jajan “Es Tuyul”, 18 Siswa SDN Ciadeg Tumbang Massal

Bagi sebagian orang, kemenangan itu mungkin hanya tercatat sebagai hasil pertandingan.

Namun bagi Reidha, kemenangan tersebut punya arti lebih dari sekadar angka di papan skor.

Itu adalah pengalaman. Sebuah keberanian untuk tampil, mencoba kemampuan, menghadapi lawan dan belajar dari setiap gerakan di atas matras.

Di usia yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Reidha mulai belajar bahwa menjadi atlet bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada keberanian untuk tampil, disiplin menjalani latihan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Guru Satlat KONI Cianjur yang akrab disapa Kang Yahya mengatakan, Gelar Matras Ketua DPRD Cianjur menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan mereka.

“Pertandingan ini menjadi arena untuk mengasah kemampuan sekaligus menjadi tolak ukur kemampuan anggota Tarung Derajat,” ujar Kang Yahya.

Menurutnya, pengalaman bertanding sangat penting bagi atlet usia dini. Sebab, kemampuan seorang atlet tidak hanya dibentuk melalui latihan, tetapi juga melalui pengalaman menghadapi suasana pertandingan.

BACA JUGA  Lapas Kelas IIB Cianjur Gagalkan Penyelundupan 145 Butir Tramadol

Mental, teknik, disiplin dan sportivitas secara perlahan dibentuk dari setiap kesempatan bertanding.

Perjalanan Reidha Putri Alawi putra dari Bapak Asep Saepudin dan Yani Rohyani pun masih panjang.

Kemenangan di Gelar Matras bukanlah akhir, melainkan satu langkah kecil dari proses panjang seorang anak yang sedang belajar mengenal dunia olahraga.

Hari itu, Reidha memang keluar sebagai pemenang. Tetapi pelajaran terbesar yang dibawanya pulang bukan hanya tentang kemenangan.

Ia belajar untuk berani berdiri di atas matras, menghadapi lawan dan memberikan kemampuan terbaik yang dimilikinya.

Dari seorang siswa kelas V SD, perlahan tumbuh mimpi menjadi atlet yang lebih baik. Dan di atas matras itulah, perjalanan kecil Reidha menuju masa depan mulai dirinyisnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!