Dua Labu Siam untuk Ibu, Nyawa Melayang, Kapolres Cianjur Peluk Duka Nenek Ining

  • Bagikan
banner 468x60

Kapolres Cianjur, Waka Polres , Danramil Cugenang menyambangi Rumah keluarga korban, Kamis, 5/3/26 (ist)

InilahCianjur.com — Rumah sederhana di Kampung Bayabang RT 01 RW 06 Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (5 Maret 2026), tampak sunyi. Di dalamnya, seorang nenek renta bernama Ining duduk ditemani kerabat. Matanya sembab. Kesedihan masih menggantung setelah kepergian putranya, M (56).

Siang itu, suasana rumah yang diliputi duka mendadak ramai ketika Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi datang bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Cianjur. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan resmi, tetapi membawa empati dan kepedulian bagi keluarga yang sedang berduka.

Kapolres langsung menghampiri Nenek Ining. Ia menyalami dan menenangkan perempuan sepuh yang kehilangan anak yang selama ini merawatnya.

Dalam silaturahmi tersebut, Kapolres mendengarkan cerita keluarga tentang sosok M. Seorang buruh harian lepas yang hidup sederhana dan lebih memilih merawat ibunya di masa tuanya.

https://inilahcianjur.com/di-balik-seragam-cokelat-ada-kepedulian-rumah-baru-untuk-nenek-encih/

Menurut kerabat, perjalanan hidup M tidak selalu mudah. Ia pernah menikah dua kali, namun kedua rumah tangganya berakhir dengan perpisahan. Dari pernikahan itu, ia memiliki dua anak.

“Almarhum pernah nikah sama orang Mangun, punya anak satu. Terus nikah lagi sama orang Bogor, punya anak satu juga. Cerai lagi, akhirnya almarhum memutuskan tidak menikah lagi dan memilih mengurus emak,” ujar salah seorang kerabat kepada Kapolres.

Sejak saat itu, M menjalani hidupnya dengan bekerja serabutan. Apa pun pekerjaan ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga ibunya yang sudah lanjut usia.

Namun tak ada yang menyangka, kisah hidupnya berakhir tragis.
Senin, 2 Maret 2026 lalu, M diduga dianiaya oleh tetangganya setelah mengambil dua buah labu siam yang rencananya akan dimasak untuk berbuka puasa bersama sang ibu. Hanya dua butir labu siam. Niat sederhana seorang anak yang ingin menyiapkan makanan bagi ibunya justru berujung petaka.

Akibat penganiayaan tersebut, M akhirnya meninggal dunia. Peristiwa tragis itu mengguncang warga sekitar sekaligus menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di rumah duka, Kapolres Cianjur tampak berbincang hangat dengan keluarga. Ia tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan bantuan berupa bingkisan dan tali asih kepada Nenek Ining. Bantuan itu diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan hidup sehari-hari sang nenek.

https://inilahcianjur.com/aksi-bripka-saripudin-bantu-pengendara-motor-yang-mengalami-kecelakaan-beredar-luas-di-sosmed/

Kehadiran Kapolres dan jajaran Polres menjadi penguat bagi keluarga yang tengah diliputi duka. Di tengah kesedihan, perhatian dan empati itu menghadirkan secercah kehangatan.

Kini, rumah sederhana di Kampung Bayabang itu menyimpan kenangan tentang seorang anak yang hidup sederhana, bekerja keras, dan memilih mengabdikan hidupnya untuk merawat ibunya.

Sebuah kisah pilu tentang kasih seorang anak kepada orang tua yang berakhir tragis hanya karena dua buah labu siam.***

banner 325x300
Editor: Deni Hendra
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!