INILAHCIANJUR.COM — Merah putih tak hanya berkibar di tiang bendera. Di tengah geliat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan juga tumbuh dari ruang-ruang sederhana, termasuk di lingkungan insan pers Kabupaten Cianjur.
Di halaman kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur, Jalan Siliwangi Nomor 34A, Kelurahan Pamoyanan, Selasa (25/8/2026), suasana kerja para jurnalis sejenak berubah menjadi arena kebersamaan rakyat.
Tawa pecah. Sorak-sorai terdengar. Berbagai perlombaan digelar dengan penuh keceriaan. Tidak ada sekat antara wartawan dan masyarakat. Semua larut dalam suasana yang sederhana, tetapi terasa hangat.
Bagi PWI Cianjur, perayaan kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan. Di balik perlombaan dan kegembiraan, terselip pesan tentang pentingnya merawat persatuan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Asriyanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bangsa.
“Semangat kemerdekaan harus tetap terjaga dan terus hidup di setiap detik kehidupan kita,” ujar Asriyanti. Selasa, (25/08/26)
Kalimat itu terasa menemukan maknanya di halaman kantor PWI Cianjur. Para wartawan yang sehari-hari bergelut dengan berita, narasumber, deadline, dan berbagai persoalan publik, kali ini mengambil peran berbeda, merayakan kemerdekaan bersama rakya
Profesi wartawan selama ini identik dengan aktivitas jurnalistik. Memburu informasi, melakukan verifikasi, menulis berita, hingga menyampaikan fakta kepada publik menjadi bagian dari keseharian insan pers.
Namun pada momentum HUT RI ke-81 ini, PWI Cianjur menunjukkan sisi lain dari kehidupan wartawan.
Mereka turun dari ruang redaksi dan menyatu dengan masyarakat. Lapangan sederhana menjadi ruang perjumpaan. Perlombaan menjadi jembatan yang mempertemukan tawa, semangat kompetisi, sekaligus rasa persaudaraan.
Di tengah masyarakat yang terus berubah, ruang-ruang kebersamaan seperti ini menjadi penting. Sebab kemerdekaan tidak hanya berbicara tentang sejarah 17 Agustus 1945, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat hari ini menjaga persaudaraan dan rasa memiliki terhadap bangsa.
Semangat kemerdekaan akan kehilangan makna jika hanya berhenti pada seremoni. Ia harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dalam kepedulian, gotong royong, kebersamaan, dan keberanian untuk menjaga persatuan.
PWI Cianjur memilih cara sederhana untuk merawatnya. Melalui kegiatan yang penuh tawa itu, wartawan dan masyarakat berbagi ruang, berbagi kegembiraan, sekaligus mengingat kembali bahwa kemerdekaan adalah milik semua orang.
Selasa siang itu, merah putih seakan tidak hanya berkibar di atas tiang. Ia hidup dalam sorak perlombaan, senyum warga, dan kebersamaan yang tercipta.
Dari halaman kantor PWI Cianjur, pesan itu sederhana, kemerdekaan akan tetap menyala selama semangat persatuan terus dirawat bersama.***


