INILAHCIANJUR.COM – Gejolak di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peteuycondong 1, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, memasuki babak baru.
Ratusan anggota gabungan organisasi masyarakat (Ormas) turun ke jalan, menuntut penghentian operasional dapur menyusul dugaan pemotongan insentif mantan relawan. Kamis, (10/07/2026)
Aksi ini menjadi unjuk rasa kedua dalam beberapa pekan terakhir. Kali ini, massa tidak hanya menyuarakan tuntutan pembayaran hak mantan relawan, tetapi juga meminta persoalan dugaan penyimpangan pengelolaan dana insentif mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat penegak hukum.
Aksi masa yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian saat perwakilan massa dan pengelola SPPG melakukan dialog dan menghasilkan kesepakatan menghentikan sementara operasional SPPG Peteuycondong 1 mulai Senin, 17 Agustus 2026, hingga waktu yang belum ditentukan.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Cibeber, Ucu Sukandar, menegaskan aksi lahir dari laporan mantan relawan yang mengaku belum menerima hak mereka secara utuh.
“Kami memperjuangkan hak masyarakat, khususnya mantan relawan. Mereka mengaku diperlakukan sewenang-wenang oleh pihak mitra dan yayasan. Hak mereka harus dipenuhi,” kata Ucu.
Menurutnya, laporan para mantan relawan mengarah pada dugaan pemotongan insentif selama bulan Ramadan. Besaran uang yang diterima disebut jauh di bawah nilai yang semestinya.
“Ada yang hanya menerima Rp110 ribu, Rp210 ribu hingga Rp400 ribu selama satu bulan. Dugaan ini harus dibuka secara terang agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujarnya.
Ucu memastikan aksi ini tidak berhenti pada penghentian sementara operasional dapur. Bahkan akan menyampaikan surat resmi kepada Korwil SPPG dan BGN untuk melakukan audit serta mekanisme pembayaran insentif relawan.
Ia mengingatkan, dugaan penyimpangan di tingkat pelaksana berpotensi merusak citra program nasional apabila tidak segera ditangani akan berdampak buruk.
Kepala SPPG Peteuycondong 1, Yoga Eriyanto, menyatakan akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG terkait keputusan penghentian sementara operasional dapur.
“Langkah selanjutnya kami berkoordinasi dengan Korwil setempat terkait pemberhentian operasional SPPG Peteuycondong 1,” ujarnya singkat.***



