Dicari Ipah, yang Ketemu Justru Sponsor Masih Sehat

  • Bagikan
banner 468x60

Foto Ilustrasi 

CIANJUR | INICIANJUR.COM– Tabir misteri hilangnya Ipah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur selama delapan tahun di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai tersingkap. Fakta mengejutkan terungkap setelah melakukan penelusuran mendalam pada Jumat (26/12/2025).

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Cukup untuk tamat kuliah, ganti presiden, atau menunggu sinyal HP naik satu bar. Namun bagi keluarga Ipah, delapan tahun adalah rentang panjang penuh tanda tanya, doa, dan kabar simpang siur yang kadang lebih cocok disebut cerita rakyat modern.

Kisah ini semakin menarik ketika publik mendengar satu fakta yang bikin dahi berkerut sekaligus senyum kecut, sponsor yang selama ini dikabarkan sudah wafat, ternyata masih hidup, sehat, dan bisa menjawab telepon tanpa bantuan paranormal.

Dialah H. Dadang, sponsor tunggal yang memberangkatkan Ipah ke Dubai.
“Masih ada, masih sehat,” kira-kira begitu kesimpulan singkat dari hasil penelusuran awak media. Tidak ada nisan, tidak ada batu bata, dan jelas belum waktunya tahlilan.

Dalam sambungan telepon, H. Dadang berbicara dengan suara lantang. Tidak terdengar seperti orang yang baru bangkit dari alam kubur, melainkan seperti pria yang kebingungan karena mendadak “meninggal” versi cerita orang lain.

Baca juga

Ia menegaskan siap mengawal kasus ini sampai tuntas, sambil memikul beban moral yang menurutnya tidak ringan. “Bagaimanapun, saya yang memberangkatkan Ipah,” ujarnya, kalimat sederhana yang terdengar seperti pengakuan tanggung jawab, bukan dialog film horor.

Namun bagian paling menggelitik datang saat H. Dadang menyinggung kabar kematiannya sendiri. Ia mengaku heran, bahkan sedikit tersinggung maklum, siapa pun pasti kaget kalau tahu dirinya sudah almarhum, padahal masih bisa ngopi.

“Kenapa bisa sampai ada kabar saya meninggal? Padahal saya masih ada dan sehat,” katanya, seolah bertanya pada semesta, atau setidaknya pada grup WhatsApp desa.

Menurut H. Dadang, hilangnya kontak dengan Ipah bukan karena niat menghilang massal. Ia menyebut Ipah sempat melarikan diri bersama rekannya saat berada di Dubai.

Sejak saat itu, jejak Ipah ibarat sandal hilang di masjid, dicari ke mana-mana, yang ketemu justru sandal orang lain.
Meski begitu, H. Dadang mengaku tidak tinggal diam. Ia tetap berusaha menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Ipah, meski hasilnya belum semanis harapan. Pencarian terus berjalan, walau jalannya lebih mirip labirin daripada jalan tol.

Di sisi lain, keluarga Ipah yang sudah terlalu lama menunggu kepastian akhirnya memilih jalur yang lebih formal. Mereka menguasakan penanganan kasus ini kepada salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH), berharap cerita ini tak lagi berputar-putar di antara rumor dan kabar setengah matang.

Munculnya kembali sosok sponsor yang sempat “dimakamkan secara informasi” ini memberi secercah harapan baru. Setidaknya, satu misteri sudah terjawab, sponsor belum wafat, dan kasus Ipah belum tamat.

Kini, publik tinggal menunggu satu hal yang jauh lebih penting—kabar tentang Ipah. Semoga, setelah delapan tahun penuh teka-teki, cerita ini benar-benar menuju akhir yang jelas, bukan sekadar plot twist yang bikin geleng-geleng kepala.***

 

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!