INILAHCIANJUR. COM— Sejumlah warga dan tokoh masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur mengaudit pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan memverifikasi data siswa PKBM Tunas Taruna Jaya di Kampung Kemang, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Desakan itu muncul setelah warga menyoroti sejumlah kejanggalan pada data peserta didik dan aktivitas pembelajaran di lembaga pendidikan nonformal tersebut.
Data yang dihimpun mencatat PKBM Tunas Taruna Jaya memiliki 348 siswa, terdiri dari 185 laki-laki dan 163 perempuan. Sementara itu, lembaga tersebut tercatat memiliki tiga guru, 13 rombongan belajar, dan sembilan ruang kelas.
Warga meminta Dinas Pendidikan mencocokkan data administrasi dengan kondisi pembelajaran di lapangan.
Selain itu, warga menyoroti dugaan pengelolaan dana BOS sekitar Rp500 juta. Mereka meminta instansi berwenang memeriksa penggunaan anggaran tersebut sesuai ketentuan.
Warga juga menyampaikan dugaan penggunaan sebagian anggaran untuk membeli rumah pribadi Ketua Yayasan di kawasan Cipanas. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan membutuhkan pemeriksaan serta klarifikasi.
Warga berharap Dinas Pendidikan segera turun tangan untuk memastikan validitas data dan transparansi penggunaan anggaran di PKBM tersebut. Bahkan pihaknya juga juga telah menerima pengaduan dari penilik.
Sementara itu Kasie Dikmas Disdikpora Kabupaten Cianjur, Elis Sucianti mengatakan pihaknya telah memanggil dan mengkonfirmasi pihak PKBM untuk menjelaskan semua yang dikeluhkan masyatakat.
“Yang bersangkutan telah dipanggil ke kantor agar menjelaskan semuanya,” kata Elis ketua dihubungi via telpon. Selasa, (03/09/26).
Awak media telah mendatangi PKBM Tunas Taruna Jaya pada 6 Agustus 2026 lalu untuk meminta konfirmasi. Namun Ketua PKBM berinisial R tidak berada di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola PKBM Tunas Taruna Jaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait data siswa dan pengelolaan dana BOS. ***


