BeritaCianjur

Grup Medsos Diduga Jadi Wadah Transaksi Seksual, Pemkab Cianjur Diminta Bertindak

166
×

Grup Medsos Diduga Jadi Wadah Transaksi Seksual, Pemkab Cianjur Diminta Bertindak

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar FB (ist)

INILAHCIANJUR.COM — Aktivitas sejumlah grup media sosial di Kabupaten Cianjur yang diduga memuat ajakan mencari pasangan dan konten bernuansa seksual mulai menjadi perhatian.

Persoalan semakin serius ketika muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan pengguna berusia remaja.

Sejumlah grup yang masih aktif disebut rutin mengunggah status. Para anggota diduga menggunakan kode tertentu untuk berkomunikasi mengenai pencarian pasangan. Bahkan, salah satu grup disebut telah bertahan selama lebih dari enam tahun.

Di balik aktivitas tersebut, muncul kekhawatiran terhadap keamanan anak dan remaja yang bersentuhan dengan ruang digital tanpa pengawasan memadai.

Informasi mengenai dugaan keterlibatan anak di bawah umur mendapat perhatian Wakil Bupati Cianjur Ramzi atau Abi Ramzi.

BACA JUGA  Dari Balik Jeruji ke Dapur MBG: Telur Ayam Lapas Cianjur Menjadi Harapan Baru

Ia mengaku mengetahui adanya informasi mengenai grup media sosial tersebut, meski tidak mengetahui detail aktivitasnya karena tidak menggunakan Facebook secara langsung.

“Kalau di Cianjur yang detailnya mungkin lebih banyak di Facebook. Saya kan enggak main Facebook. Ada fanpage saya, admin yang pegang,” ujar Abi pada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Abi mengaku prihatin apabila informasi mengenai keterlibatan anak di bawah umur tersebut benar.
“Ya sangatlah,” katanya.

Menurut Abi, persoalan ruang digital membutuhkan penanganan secara hati-hati. Pemerintah tidak dapat mengambil tindakan secara sepihak tanpa memastikan kewenangan dan dasar yang tepat.

Karena itu, ia menyarankan persoalan tersebut dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melihat langkah yang dapat dilakukan terhadap konten atau grup yang dilaporkan.

BACA JUGA  Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

“Coba nanti konfirmasi sama Diskominfo untuk melihat hal itu,” ujarnya. **”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!