InilahCianjur.com | Polres Cianjur menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Apel Polres Cianjur, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 16.25 WIB.
Kapolres Cianjur AKBP Dr A. Alexander Yurikho Hadi memimpin langsung apel yang juga dihadiri Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian, Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, unsur Forkopimda, serta perwakilan sejumlah instansi terkait.
Apel tersebut menjadi penanda kesiapan lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran. Polres Cianjur bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi pendukung melibatkan sekitar 300 personel gabungan dalam pengamanan.

Bupati Cianjur membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 berlangsung serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari TNI, Polri, serta unsur pemerintah dan mitra keamanan lainnya.
Baca juga : https://inilahcianjur.com/satlantas-polres-cianjur-siapkan-tim-urai-di-jalur-puncak-cipanas-saat-lebaran/
Kapolri dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik secara aman dan nyaman. Aparat juga harus mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang kerap muncul saat periode libur panjang.
Di wilayah Cianjur, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur utama mudik yang menghubungkan Cianjur dengan Bogor dan Bandung, tetapi juga pada jalur wisata seperti kawasan Puncak–Cipanas yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur Lebaran.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga memperkuat pengamanan di sejumlah titik keramaian masyarakat. Tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, objek wisata, hingga stasiun transportasi menjadi fokus pengawasan untuk mencegah gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas.
Potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian aparat. Curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Jawa Barat dapat memicu longsor atau banjir yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas pemudik.
Baca Juga : https://inilahcianjur.com/gerakan-pangan-murah-polres-cianjur-paket-rp45-ribu-ludes-diserbu-warga/
Melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Cianjur menargetkan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif selama arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik masyarakat.
Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan selama momentum Lebaran.***













