CIANJUR | INILAHCIANJUR.COM – Dugaan keracunan massal kembali menambah daftar korban di Kabupaten Cianjur. Jumlah pelajar terdampak di Kecamatan Cikalong Kulon mencapai 204 orang, bertambah dari laporan awal 176 korban setelah petugas menemukan 28 kasus tambahan.
Kasus serupa juga muncul di Kecamatan Kadupandak dengan 31 korban serta dua korban di Kecamatan Sukanagara. Para pelajar mendatangi Puskesmas Cikalong Kulon dan Puskesmas Cijagang sejak Selasa (27/1/2026) malam.
Mereka mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare. Sejumlah siswa tampak lemas dan membutuhkan perawatan intensif.
Camat Cikalong Kulon Iyus Yusuf menyatakan seluruh korban berasal dari enam sekolah yang mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa pagi.
“Sebanyak 176 siswa dari enam sekolah mengalami pusing, mual, muntah, dan diare. Jumlah korban bertambah 28 orang sehingga total menjadi 204. Gejala muncul setelah siswa menyantap ayam suwir MBG dan mulai terasa pada siang hari,” kata Iyus.
Pemerintah Kabupaten Cianjur langsung melakukan investigasi. Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu Ferdinan menyampaikan tim akan mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.
“Kami akan mengambil sampel makanan karena sebagian korban hanya mengonsumsi MBG dan sebagian lainnya mengonsumsi makanan lain. Kami menunggu hasil laboratorium,” ujar Bupati, Rabu (28/1/2026).
Bupati menambahkan kondisi sebagian besar korban menunjukkan perbaikan. “Total korban di Cikalong 204 orang dan kondisinya berangsur membaik. Empat pasien mengalami dehidrasi berat, petugas merujuk mereka ke rumah sakit dan kondisinya kini membaik,” jelasnya.
Baca Juga
Terkait penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkab Cianjur masih menunggu data lengkap. Pemerintah juga menyiapkan sanksi tegas terhadap penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika hasil pemeriksaan membuktikan pelanggaran.
“Kami akan menjatuhkan sanksi sesuai data dan fakta setelah hasil laboratorium keluar dan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” tegas Bupati.
Bahkan, Pemkab Cianjur juga akan mengevaluasi seluruh sistem penyediaan MBG di wilayahnya guna mencegah kejadian serupa terulang.***

















