Kades Sindangraja Kecamatan Sukaluyu saat memberi keterangan pada wartawan. (Ist)
CIANJUR | INILAHCIANJUR.COM– Upaya pencarian Ipah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sindangraja, Cianjur, yang hilang kontak selama delapan tahun di Dubai, menemui kebuntuan. Minimnya data keberangkatan dan meninggalnya sponsor membuat penelusuran terhambat dan menjadi polemik
Kepala Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Saepul Mubarok, membenarkan Ipah kehilangan kontak sejak delapan tahun lalu. Ia menyebut pemerintah desa telah berkoordinasi dengan keluarga, namun informasi keberangkatan korban sangat terbatas.
“Informasi keberangkatan Ibu Ipah minim. Keluarga hanya mengetahui satu nama sponsor,” kata Saepul saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (22/12/2025).
Baca Juga
Saepul menjelaskan sponsor yang memberangkatkan Ipah ke Dubai bernama Dadang. Sponsor tersebut kini telah meninggal dunia. Kondisi itu menghambat pelacakan identitas perusahaan penempatan yang bertanggung jawab.
“Keluarga hanya mengenal Saudara Dadang sebagai sponsor tunggal. Setelah yang bersangkutan meninggal, kami kesulitan melacak PT penempatan karena data hanya diketahui almarhum,” ujarnya via.sambungan telepon. Senin (22/12/2025)
Keterbatasan data tersebut membuat jalur administrasi untuk menuntut pertanggungjawaban dan melacak keberadaan Ipah di Dubai semakin tertutup.
Pemerintah desa dan keluarga berharap instansi berwenang membantu menelusuri data manifest keberangkatan delapan tahun lalu meski tanpa nama perusahaan.
“Kami berharap ada bantuan untuk melacak data keberangkatan demi memulangkan warga kami,” pungkas Saepul.***
















